Jumat, 03 Juni 2016

Widuri Yang Malang

Wahai Widuri, kau adalah wanita mungil bagaikan peri,
Jangan sampai kau ditiduri,
jika bukan suami istri,
aku khawatir masa depanmu seperti tetanggamu,
Kehidupanmu terlalu bebas dari orang tuamu,
kau adalah wanita penderita,
Kau adalah anak sejuta cerita,
Banyak kata yang tidak pernah kau curhatkan kepada orang yang sekali pun kau percaya,
Rumahmu seperti nerakamu,
Kau pergi banyak yang mencari dan dikhawatirkan,
Tapi ketika Kau ada tak pernah ada yang menghiraukan,
Oh wahai Widuri bersabarlah dan berdo'alah CINTA yang BESAR akan kau dapati, diujung jalan kau patah hati selama ini*

Subuh Bergemuruh (DO'A)

disubuh do'aku bergemuruh, dimana disaat diamku memuncak ricuh, tiada lain selain kamu yang kuteriakan, tiada bukan selain kamu yang kuharapkan, seketika impian memuncak deras pada pengharapan, tapi kamu yang kuharap telah pura-pura terlelap menghiraukan rasaku, mencuekan segala keadaanku, yang jelas aku benar-benar mencintaimu, rupamu tiada pernah aku lupa
wajah yang menurutku indah melebihi mentari yang bertadah, tapi selama ini tiada pernah kamu berniat untuk singgah, disini dihatiku*

Juno Tetsuya

SEORANG PENULIS MUDA

Arsip Blog